Dengarkan Aku. Pliss.!

Halo semangat siang.
Sayang kamu lagi ngapain?
Udah minum obat kah?
Sayang.. ini sudah siang. Kita nggak makan kah?
Sayang kita makan di tempat biasa aja ya Harefa!? Itu katamu.
Sayang.. Aku tunggu kamu ya?
Jangan tertawa lagi. Pliss..!
Sayang.. Aku lagi ngerjain tugas besarku. Yang pernah kamu kerjakan dulu.
Ingat nggak?
Susah banget. Aku sampai nangis ngerjainnya. Kamu tahu kenapa? Itu karena kamu nggak ada disini. Cuman kamu loh yang tahu gimana format tugas besarku ini.
Tapi Aku jadi bisa sekarang Sayangku.
Kamu senang kan dengarnya?
Sayang..
Hari ini ujian terakhirku semester ini. Aku libur sampai bulan Februari.
Kamu dimana?
Bukankah kamu janji kalau Adek selesai ujian kita liburan ke Bali?
Ke Bali sama Jhon, Lita, Zay kan Sayang?
Kita ke Hardwork, Tanah Lot, Ungasan & Pecatu, Tanjung Benoa, dan Pantai Kuta.
Iya kan? Masih ingat nggak Sayang?
Sayang.. Pliss dengarin Aku!

HARI KAMIS

09:20 AM
"Semangat Pagi Harefa" itu pesan singkatmu yang tidak pernah terlambat ku terima dari handphoneku. Sayang.. pagi ini aku minum susu yang pernah kamu beli buat aku. Kamu bilang sama ku kalau aku harus minum susu setiap paginya dengan alasan biar sehat.
Sayang.. kamu itu lucu.. 
Kamu ajari aku untuk mengkonsumsi susu setiap paginya sementara kamu minum kopi setiap paginya.
Bahkan kamu tidak ingin menawarkan kopi itu kepadaku karena kamu bilang kopi itu nggak cocok buat kamu.
Sayang.. kamu tau nggak kalau ini adalah hari kamis?
Kamu selalu bilang kalau kamu suka sama hari kamis, karena kamu libur dengan rutinitasmu di kampus, tapi kamu selalu menertawakanku  setiap hari kamis karena jadwalku di kampus sangat padat.
Sayang.. kamu tau nggak kalau ini hari kamis?
Hari kamis kamu pergi meninggalkanku dengan menutup matamu dengan wajah yang tenang.
Sayang.. kamu tau nggak ini udah hari kamis keberapa kamu pergi jauh?
Aku hitung terus loh..
Kamu marah ya?
Aku bukan menghitung seberapa lama kamu meninggalkanku, tapi seberapa banyak kamu mengingatkanku.
Kamu jangan tertawa ya hari ini!


Nggak Boleh Ngerasa Jadi Yang Paling Sakit

Hari ini aku ketempat indah kita, aku jadi teringat kamu. Aku merasa kamu ada disini minum Susu rasa Vanilla kesukaan kita. Air mataku jatuh, saat aku menuangkan sedikit gula ke dalam minumanku. Jadi teringat ketika kamu bilang kalau aku nggak boleh menuangkan banyak gula ke minumanku.Tapi hari ini aku menurut apa katamu. Aku hanya menambahkan setengah sendok gula saja. Sore ini aku pesan roti bakar bertabur keju kesukaan kamu. Aku jadi teringat lagi kalau kamu pernah menertawakanku karena aku nggak bisa makan rotinya dengan menggunakan pisau dan garpu.Lucu sekali....Tangan ku juga pernah luka karena pisau kecil ini, rasanya sakit. Tapi kamu selalu bilang, "kalau aku nggak boleh ngerasa jadi yang paling sakit", aku ingat itu.Kamu benar.. aku ternyata nggak sesakit yang kubayangkan dulu, karena kamu ada disini bersama ku.Oh ya, di surga kamu minta apa?Apa kamu minta malaikat-malaikat buat lindungi aku?Ingat teman-temanmu dulu? Mereka sekarang jadi malaikat pelindung aku lohh..Itu kamu yang kirim ya?Terima kasih.